MARI SEJENAK MEMBACA BERITA DUKA [[Inalillahi Wa Inailaihi Roji’un, Tokoh Islam Sudan Hassan At-Thurabi Meninggal Dunia]]

Maret 2016)- dianggap tokoh terpenting dalam bidang politik dan pemikiran, baik di Sudan maupun di Dunia Islam. Beliau mengawali studinya di Fakultas Hukum di Universitas Khartoum, Sudan, dan kemudian meraih gelar Master di British Oxford University pada tahun 1957, Kemudian gelar doktor di Universitas Sorbonne di Paris pada tahun 1964.

Al-Turabi -yang fasih berbahasa Perancis, Inggris dan Jerman- bergabung dengan organisasi Ikhwanul Muslimin dan menjabat Ketua Ikhwan di Sudan pada tahun 1969, tetapi kemudian Al-Turabi keluar dari organisasi tersebut dan membangun partai oposisi independen tersendiri untuk dirinya.


Pada tahun 1996 Al-Turabi terpilih sebagai ketua parlemen Sudan di era “Revolusi Penyelamatan”, sebagaimana beliau Al-Turabi juga pernah terpilih menjadi Sekretaris Jenderal Partai Konferensi Nasional yang berkuasa di Sudan pada tahun 1998.

Terjadi perselisihan antara Al-Turabi dan Presiden Basyir yang selanjutnya berkembang menjadi pecahnya kekuasaan di Sudan pada tahun 1999, dimana

Al-Turabi dilucuti dari berbagai jabatan resminya baik di pemerintahan maupun di partai yang sedang berkuasa di Sudan saat itu, dan pada tahun 2001 Al-Turabi mendirikan “Partai Kongres Rakyat”, sebagai mana Al-Turabi sempat dipenjara beberapa kali di masa pemerintahan Presiden Jaafar Nimeiri.

Al-Turabi adalah sosok kontroversial, dimana para pendukungnya menilai beliau sebagai seorang politikus handal, canggih dalam mengarahkan media, dan orator yang sangat menggugah, dai dan sekaligigus cendikiawan. Sedangkan musuh-musuhnya memandangnya sebagai sosok ambisius tak berbatas, ahli dalam bermakar dan berkonspirasi serta haus kekuasaan.

Al-Turabi juga pernah dituduh mengeluarkan fatwa yang tidak biasa yang dianggap keluar dari frame umum fatwa-fatwa keislaman, khususnya terkait berbagai permasalahan-permasalahan di bidang akidah, terlalu jauh dalam mengembang teori “mashlahah“, dan terlalu jauh dalam mengembangkan konsep “qiyas”, sebagaimana Al-Turabi juga memandang bahwa ijtihad milik semua orang. (ts/Aljazeera)

sumber:http://webcache.googleusercontent.com/search?
sumber://www.beritaterpercaya.com/2016/03/mari-sejenak-membaca-berita-duka.html
:

SHARE

Milan Tomic

Hi. I’m Designer of Blog Magic. I’m CEO/Founder of ThemeXpose. I’m Creative Art Director, Web Designer, UI/UX Designer, Interaction Designer, Industrial Designer, Web Developer, Business Enthusiast, StartUp Enthusiast, Speaker, Writer and Photographer. Inspired to make things looks better.

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
    Blogger Comment

0 komentar:

Posting Komentar